Blog
Interview Tips·

Pahami Situational Interview guna Memprediksi Keberhasilan di Wawancara Kerja

Salah satu metode yang digunakan oleh perekrut atau manajer dalam sesi wawancara kerja adalah situational interview.
Peoplyee situational interview

Salah satu metode yang digunakan oleh perekrut atau manajer dalam sesi wawancara kerja adalah situational interview. Apa yang akan mereka tanyakan kepada kandidat?

Berbeda dari behavioral interview yang menggali pengalaman masa lalu, situational interview berfokus pada kinerja masa depan dengan menanyakan bagaimana kandidat akan bereaksi terhadap skenario hipotesis di tempat kerja. Bagi Anda yang tengah mencari kerja, pahami dan kuasai teknik wawancara ini agar siap menghadapi yang (terkadang) tak terduga tentang masa depan.

Apa Itu Situational Interview?

Situational interview merupakan metode wawancara terstruktur di mana pewawancara bertanya tentang tantangan dan/atau masalah yang terjadi di posisi atau lingkungan kerja yang dilamar oleh kandidat. Jadi, kandidat harus menjawab dengan menjelaskan langkah konkret yang akan ia ambil untuk menyelesaikan situasi tersebut.

Sesi wawancara situasional digunakan oleh perekrut atau manajer untuk memprediksi perilaku kerja kandidat di masa depan. Pertanyaan dari situational interview akan keterampilan teknis dan (terutama) nonteknis kandidat dalam konteks yang spesifik.

Contoh kalimatnya bukan, “Tolong, ceritakan saat Anda menghadapi ...” tetapi “Apa yang akan Anda lakukan jika ….”

Tujuan pewawancara menggunakan pertanyaan situasional adalah:

  1. Menilai kemampuan Anda memecahkan masalah, mulai dari memproses masalah, menganalisis risiko, dan menyusun rencana tindakan saat di bawah tekanan
  2. Menilai keterampilan nonteknis seperti kemampuan bekerja sama dengan tim, kepemimpinan, manajemen konflik, atau layanan pelanggan yang sesuai dengan peran yang dilamar
  3. Memahami proses berpikir kandidat, karena hal itu dapat memberikan wawasan mendalam tentang prioritas dan pertimbangan etika
Next: 5 Kiat Menjawab Pertanyaan Interview tentang “Kenapa Anda di-PHK?”

Manfaatkan Situational Interview bagi Pencari Kerja

Bagi Anda sebagai pencari kerja, persiapan menghadapi situational interview dan memanfaatkan sesi tersebut agar lolos ke tahap selanjutnya. Apa saja manfaat yang Anda dapatkan jika mempelajari dan mempraktikkan metode tersebut:

1. Menampilkan keterampilan nonteknis

Ketika menjawab pertanyaan situasional, Anda berkesempatan untuk menampilkan keterampilan nonteknis (soft skills) kepada pewawancara. Jadi, Anda wajib menyusun jawaban yang terstruktur dan logis, seperti kalimat yang mengandung unsur kesiapan mengambil inisiatif, pemahaman di lingkungan kerja, serta analisis masalah kompleks.

2. Mempersiapkan diri menghadapi pekerjaan

Dengan mempelajari jenis-jenis skenario atau pertanyaan yang diajukan, Anda secara tidak langsung melakukan simulasi mental tentang pekerjaan tersebut. Ini membantu Anda memahami tantangan sehari-hari dalam peran tersebut. Jika Anda dapat menjawabnya dengan percaya diri, itu bisa menandakan ketidaksiapan Anda untuk bekerja di tempat atau peran baru.

3. Menjawab terstruktur

Dalam situational interview, mau tak mau, Anda harus menjawab pertanyaan secara terstruktur yang mana pewawancara menyukai hal tersebut. Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda perlu menggunakan prinsip metode STAR (situation, task, action, result) atau SOAR (situation, obstacle, action, result) agar kalimat terstruktur sehingga memberikan kesan profesionalisme dan kejelasan tentang suatu masalah dapat diselesaikan.

Menyusun dengan metode STAR:

  1. Pahami skenario (S): dengarkan baik-baik skenario hipotesisnya serta identifikasi masalah utama dan peran Anda di dalamnya
  2. Jelaskan tujuan (T): tetapkan tujuan yang ingin Anda capai dalam situasi tersebut, seperti tujuannya adalah menyelesaikan proyek tepat waktu sambil mempertahankan kualitas
  3. Rencanakan tindakan (A): jelaskan langkah spesifik dan logis yang akan diambil dan gunakan kalimat aktif
  4. Prediksi hasil (R): jelaskan hasil yang Anda harapkan dari tindakan tersebut, dengan menekankan pembelajaran, perbaikan hubungan, atau pencapaian tujuan bisnis
Next: Rahasia Lolos Seleksi Awal: 10 Kata-Kata yang Harus Ada di CV

Contoh Pertanyaan dan Jawaban dalam Situational Interview

1. How would you handle a situation where you made a mistake no one noticed?

Jawaban:

“In my last job, I realized I made an error in a report that had already been submitted to the client. I needed to correct the mistake without causing delays or losing the client’s trust. I immediately informed my manager about the error, explained the impact, and proposed a revised version of the report. I also contacted the client personally to apologize and assure them that the corrected report would be sent promptly. The client appreciated the honesty and prompt action, we maintained a strong working relationship, and the corrected report was accepted without any issues.”

2. What would you do if a customer insists on speaking to a manager, but you are the only person available?

Jawaban:

“In a previous retail position, a dissatisfied customer requested to speak with a manager during a busy period. As the only staff member available, I had to manage the situation to satisfy the customer and handle the store operations. I listened carefully to the customer’s concerns, empathized with their frustration, and assured them that I would personally handle their issue to the best of my ability. I offered immediate solutions and kept the communication clear and respectful. The customer appreciated the attention and left the store satisfied without escalating the situation to upper management.”

3. “You are working on a high-priority project with a tight deadline, but your manager suddenly assigns you an urgent task that requires immediate attention. How do you decide which task to prioritize?”

Jawaban:

“My priority here is clarity and managing expectations to ensure neither critical task suffers. So, I would immediately approach my manager to get full clarity on the urgency and impact of the new, urgent task relative to the existing project. I would present a brief breakdown of my current commitment and ask her about the impact of the new task, may I delay Project A, or is there another task I can temporarily delegate. This consultation ensures that the final prioritization decision aligns with the company's strategic needs, rather than solely my personal preference. I would then adjust my schedule and clearly communicate the new timeline to all relevant stakeholders. This ensures that the most critical task is handled first, the manager is fully informed and any potential delay to the original project is anticipated and approved, maintaining transparency and trust.”

Keberhasilan menghadapi sesi wawancara kerja seperti ini adalah mempelajari studi kasus dalam peran dan industri kerja Anda secara mendalam. Selaraskan jawaban dengan job description serta situasi bisnis terkini. Dengan menguasai kerangka ini, Anda tidak hanya menjawab pertanyaan wawancara, tetapi juga membuktikan kepada pewawancara bahwa Anda adalah kandidat yang siap menyediakan solusi serta menghadapi situasi yang menantang.

Ikuti wawasan tentang wawancara kerja di sini.

Share