Blog
Recruitment and Selection·

Perbedaan Wawancara Pertama dan Kedua: Panduan Menuju Tahap Akhir Rekrutmen

Dalam proses rekrutmen, kandidat akan menghadapi wawancara, tetapi apa perbedaan wawancara pertama dan kedua?
Peoplyee perbedaan wawancara pertama dan kedua

Dalam proses rekrutmen, kandidat akan menghadapi dua atau tiga wawancara, tetapi apa perbedaan wawancara pertama dan kedua? Kedua wawancara kerja tersebut cukup signifikan dalam pemilihan calon karyawan.

Di sisi lain, tak sedikit kandidat beranggapan bahwa semua sesi wawancara memiliki pola yang sama, padahal secara struktural dan substansial, terdapat perbedaan antara keduanya. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami perbedaan wawancara pertama dan kedua untuk melakukan persiapan teknis menjawab pertanyaan pewawancara.

4 Perbedaan Wawancara Pertama dan Kedua

Untuk mempersiapkan diri Anda menghadapi sesi wawancara kerja, ketahui perbedaan wawancara pertama dan kedua terlebih dahulu. Berikut ini perbedaan mendasar keduanya?

1. Tujuan

Tujuan wawancara pertama adalah mempersempit jumlah kandidat yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya. Di tahap ini, perekrut akan menghubungi kandidat dan membandingkan dokumen lamaran dengan pernyataan yang bersangkutan.

Tujuan wawancara kedua ialah menentukan apakah kandidat yang lolos wawancara pertama cocok untuk perusahaan. Biasanya, manajer ditemani oleh perekrut akan meminta kandidat untuk memberikan informasi lebih rinci. Mulai dari pengetahuan dan pengalaman kerja, keterampilan yang dimiliki, motivasi kerja, rencana karier, kesesuaian terhadap budaya perusahaan, serta minat pada peran di perusahaan.

2. Format

Pada wawancara pertama, perekrut dapat membuat format wawancara kelompok untuk mempersempit jumlah pelamar yang akan lolos ke wawancara kedua. Format lainnya, wawancara pertama dilakukan secara daring oleh perekrut. Format wawancara kedua sering kali dilakukan secara tatap muka, karena manajer ingin menilai kesesuaian kandidat dengan kebutuhan perusahaan.

3. Isi pertanyaan

Pertanyaan dalam wawancara pertama sebagian besar terdiri dari informasi dasar kandidat, yang membutuhkan jawaban yang ringkas dan mudah dipahami. Wawancara kedua menggali lebih dalam pertanyaan yang diajukan dalam atau membahas pada kualifikasi peran.

Kandidat perlu memastikan bahwa perkenalan diri, alasan melamar, alasan berganti pekerjaan, dan rencana karier setelah bergabung dengan perusahaan harus jelas dan terukur.

4. Poin evaluasi

Pada wawancara pertama, perekrut sering kali fokus pada penampilan, etika bisnis dasar, penggunaan bahasa, dan sikap kandidat. Jadi, perekrut akan mengevaluasi sikap dan pernyataan pencari kerja. Sikap kandidat akan menciptakan kesan positif di mata perekrut.

Poin evaluasi dalam wawancara kedua adalah manajer dan perekrut akan berfokus pada alasan kandidat ingin bekerja dan aspirasi karier setelah bergabung dengan perusahaan mereka. Pewawancara juga akan menilai kejelasan dalam menjawab pertanyaan, sehingga mereka memahami pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan kandidat serta keselarasannya terhadap budaya perusahaan.

Next: 7 Kiat Menulis CV: Anda yang Melakukan Career Change

Panduan Persiapan Wawancara Pertama dan Kedua

Wawancara kerja adalah diskusi dua arah antara kandidat dan pewawancara dalam proses rekrutmen.

Bagi kandidat, ini merupakan kesempatan Anda untuk menjelaskan pengalaman, pendidikan, pelatihan, hingga keterampilan kerja kepada pewawancara. Di sini, Anda perlu memahami profil perusahaan serta peran yang dibutuhkan dengan baik.

Bagi pewawancara, ini ialah proses analisis pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan kandidat untuk menentukan apakah ia akan berhasil dalam posisi tersebut. Baik Anda maupun pewawancara berusaha mendapatkan informasi sebanyak mungkin guna membuat keputusan yang tepat.

Wawancara pertama

Pada umumnya, sesi wawancara pertama dilakukan oleh perekrut untuk menilai pemahaman kandidat tentang budaya perusahaan, kesesuaian mereka dengan perusahaan, dan kemungkinan mereka untuk tetap bekerja di perusahaan tersebut.

Namun, ada kemungkinan juga pewawancara bukan hanya perekrut, juga karyawan di divisi atau tim yang membutuhkan anggota baru. Mereka akan melihat keterampilan spesifik yang dapat digunakan dalam pekerjaan, etos kerja, dan sikap kandidat apakah dapat membaur dengan orang baru atau tidak.

4 strategi yang dapat Anda lakukan dalam wawancara pertama:

1. Siapkan perkenalan diri

Anda perlu menyiapkan kalimat perkenalan diri yang berisi peran dan tanggung jawab Anda dalam pekerjaan saat ini, keterampilan kerja yang relevan dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, serta alasan Anda tertarik pada peran yang dilamar secara ringkas tetapi bermakna. Kunci perkenalan ini yakni fokus pada apa yang dapat Anda berikan, bukan hanya apa yang Anda inginkan.

2. Perhatikan tata bahasa dan penampilan

Jika wawancara dilakukan secara telepon, perhatikan tata bahasa Anda, yaitu menggunakan bahasa formal serta menjawab secara jelas dan relevan dengan pertanyaan. Bila sesi ini dilakukan secara virtual meeting atau tatap muka, selain memperhatikan bahasa, Anda juga wajib menggunakan busana secara business professional atau business casual. Upaya tersebut dapat menciptakan pandangan positif bagi kedua belah pihak.

3. Siapkan pertanyaan

Setelah pewawancara selesai bertanya kepada Anda, mereka akan mempersilakan Anda bertanya kepada mereka. Jadi, Anda perlu menyiapkan pertanyaan tentang detail peran dan/atau budaya kerja yang menunjukkan ketertarikan Anda terhadap peran serta perusahaan. Jangan biarkan sesi berakhir tanpa Anda mengajukan satu pun pertanyaan kepada mereka.

4. Catat diskusi

Setelah sesi wawancara berakhir, tak ada salahnya untuk mencatat diskusi, seperti apa yang Anda katakan dan yang dibahas oleh pewawancara. Ini bisa menjadi bekal Anda pada wawancara kedua.

Next: 3 Kiat Menjawab Pertanyaan Interview “Mengapa Kami Harus Menerima Anda?"

Wawancara kedua

Selama, Anda diundang ke wawancara kedua! Ini artinya, perusahaan sudah yakin Anda memiliki modal untuk mengemban peran yang mereka butuhkan. Sekarang, mereka ingin mengetahui apakah Anda layak menjadi bagian dari masa depan mereka.

Hal-hal yang perlu Anda persiapkan adalah mempelajari pertanyaan dan cara menjawabnya. Pertanyaan apa saja yang harus dipelajari:

1. Hal teknis

Ini berkaitan dengan peran atau posisi yang Anda lamar. Jika Anda melamar sebagai public relations di perusahaan otomotif, Anda akan menghadapi pertanyaan yang menguji keterampilan teknis dan transferable skills, seperti keterampilan berjejaring dan siapa saja jaringan Anda, media literacy, berpikir analitik, keterampilan meriset dan menggunakan alatnya, hingga strategi menciptakan public image positif.

2. Kelola proyek

Bila Anda menceritakan pernah mengelola proyek, maka manajer akan bertanya detail proses serta hasilnya. Persiapkan diri Anda untuk menjawab tentang tantangan yang dihadapi, bagaimana menemukan solusinya, serta matriks yang digunakan untuk mengukur keberhasilan.

3. Tonjolkan kontribusi

Alih-alih hanya menjual keterampilan dan prestasi di tempat kerja sebelumnya, Anda perlu menunjukkan bagaimana kemampuan Anda akan menguntungkan perusahaan secara nyata. Misalnya, apakah Anda akan meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, atau mendatangkan klien baru.

4. Rencana karier

Pewawancara level manajerial ingin mengetahui apakah Anda berambisi dalam menapaki karier di masa depan dan adakah upaya untuk melakukannya di perusahaan mereka. Jadi, Anda perlu menyiapkan jawaban tentang rencana tiga hingga lima tahun ke depan yang relevan dengan perkembangan bisnis di perusahaan tersebut.

Perjalanan dari wawancara pertama ke wawancara kedua membutuhkan transisi pola pikir. Tahap awal, Anda dapat menjual keterampilan dan pengalaman dasar menjadi menawarkan solusi strategis.

Jangan lupa untuk tetap konsisten dengan data yang diberikan sejak awal, karena integritas adalah nilai tertinggi yang dicari oleh setiap perusahaan. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman mengenai karakteristik tiap tahapan, Anda tidak hanya sekadar menjawab pertanyaan, juga membangun narasi bahwa Anda adalah seseorang yang baru saja ditemukan oleh perusahaan.

Share