Blog
Interview Tips·

5 Contoh Pertanyaan Interview tentang Leadership dan Jawabannya

Pertanyaan interview tentang leadership kerap diajukan untuk menilai kemampuan kandidat memimpin diri sendiri maupun bekerja dalam tim.
Peoplyee pertanyaan interview tentang leadership

Dalam proses rekrutmen, perekrut atau hiring manager jamak bertanya tentang leadership kepada kandidat, terutama mereka melamar pada peran pemimpin, apa pun levelnya. Ini bukan pertanyaan basa-basi, tetapi pewawancara ingin mengetahui keterampilan fundamental kandidat dalam bekerja seorang diri maupun berkolaborasi dengan tim.

Apakah pertanyaan interview mengenai leadership khusus untuk kandidat yang melamar peran pemimpin atau posisi staf? Bagaimana menjawab pertanyaan perekrut agar relevan dengan peran dan tanggung jawab?

Apa Tujuan Pertanyaan Interview tentang Leadership?

Pemimpin bukan sekadar titel peran atau posisi semata. Peran pemimpin sangat krusial bagi perusahaan, karena ia harus mampu menginspirasi tim untuk mencapai kesuksesan sekaligus mendukung tujuan bisnis.

Tak heran jika pada tahap wawancara kerja, pewawancara mengajukan pertanyaan interview tentang leadership untuk menilai keterampilan kepemimpinan kandidat, terutama bagi mereka yang melamar sebagai team leader, supervisor, manajer, hingga peran eksekutif.

Adapun tujuan pewawancara mengajukan pertanyaan tentang kepemimpinan, yaitu:

  • Mengetahui kemampuan pengambilan keputusan, manajemen konflik, delegasi, dan komunikasi kandidat melalui pengalaman dalam pekerjaan sebelumnya serta memastikan ia mampu menangani tanggung jawab pada peran baru
  • Mengetahui kesesuaian kandidat nilai perusahaan (cultural fit), seperti kolaborasi, customer centric, atau professionalism
  • Memahami cara kandidat berkontribusi pada peningkatan profitabilitas, efisiensi, atau inovasi
  • Memastikan kandidat dapat memotivasi tim, mengatasi kendala kinerja individu, dan menyatukan berbagai kepribadian untuk mencapai tujuan bersama
  • Menguji kemampuan dalam menerjemahkan visi dan misi perusahaan menjadi rencana operasional yang dapat dieksekusi oleh tim
Next: 3 Contoh Pertanyaan Interview tentang Gaya Kepemimpinan dan Cara Menjawabnya

Apakah Pertanyaan Leadership hanya Diajukan ke Kandidat Pemimpin?

Ada beragam pertanyaan interview tentang kepemimpinan, ini tergantung dengan peran dan level posisinya. Namun, pertanyaan tentang kualitas kepemimpinan akan seputar decision making, problem solving, emotional intelligence, dan komunikasi efektif.

Pertanyaan kepemimpinan sering kali diasumsikan hanya untuk peran eksekutif atau manajer. Faktanya, pertanyaan ini relevan bagi hampir semua peran, bahkan kandidat yang tidak memiliki anggota tim sekalipun.

Untuk peran pemimpin seperti team leader, koordinator proyek, supervisor, manajer, eksekutif, atau direktur, pewawancara akan menguji kemampuan dalam hal:

  • Menyusun strategi bisnis jangka panjang
  • Mengembangkan dan melatih anggota tim
  • Bertanggung jawab penuh atas keberhasilan atau kegagalan tim

Bagi kandidat yang melamar peran bukan pemimpin (individual contributor), pewawancara juga kerap menanyakan tentang hal-hal kepemimpinan. Dalam konteks ini, kepemimpinan dilihat sebagai kemampuan untuk memengaruhi, mendorong ide, menginspirasi rekan kerja, dan mengarahkan tanpa otoritas formal, seperti:

  • Memimpin perbaikan proses atau inisiatif baru
  • Membimbing rekan kerja yang lebih junior
  • Meyakinkan tim lain untuk mengadopsi solusi teknis dari yang bersangkutan
Next: 5 Kiat Menjawab Pertanyaan Interview tentang “Kenapa Anda di-PHK?”

5 Contoh Pertanyaan dan Jawaban tentang Leadership

Untuk membantu Anda bersiap menghadapi sesi wawancara kerja, persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan interview seputar leadership. Anda dapat menggunakan metode situation, task, action, adn result (STAR) dalam menjawab pertanyaan. Berikut ini contoh pertanyaan interview dan jawabannya:

1. Please, describe your leadership style

Untuk menghindari jawaban generik, Anda dapat menggabungkan jawaban gaya kepemimpinan beserta alasannya.

“My default style is Servant Leadership, focusing on removing roadblocks for my team and prioritizing their growth. However, in a crisis or tight deadline, I shift to a more Directive style to ensure clarity and rapid execution. Once the situation is stable, I revert to Servant Leadership to foster autonomy.

2. Tell me about a project failure where you were the leader. What did you learn?

Fokus pada akar masalah (bukan hal pribadi) dan tunjukkan bahwa Anda bertanggung jawab atas kesalahan tersebut, lalu ceritakan bagaimana mencari solusinya.

We missed our target by 15%. Looking back, the failure wasn't in execution, but in the planning and resource allocation phase. I learned the critical importance of involving cross-functional stakeholders earlier for a more realistic risk assessment. I immediately implemented a new quarterly review system to catch these misalignments sooner.

3. How do you gain buy-in from senior leaders or peers on an idea when you don't have formal authority?

Untuk peran pemimpin tanpa otoritas formal atau bukan pemimpin, terkadang pertanyaan seperti ini diajukan oleh perekrut kepada kandidat.

When I needed to overhaul our data reporting system, I had no authority over the business intelligence or BI team. I focused on data and relationship-building. First, I presented compelling data showing the current system's inefficiency, quantifying the lost time (why). Second, I met individually with the BI team lead to understand their constraints and frame my solution as a mutual win for them, addressing their biggest pain points. By addressing their needs first, I gained their commitment.

4. How do you keep projects on schedule?

Pertanyaan ini untuk menganalisis kemampuan beradaptasi, project management, dan time management kandidat. Jadi, Anda bisa menjelaskan bagaimana mengerjakan dan memantau tugas bersama tim atau melakukannya seorang diri.

By utilizing Microsoft Project for timeline management and holding regular check-ins, I keep teams aligned and on track. My adaptability was proven when I proactively reprioritized tasks to meet a pressing deadline, a move that safeguarded both the project timeline and team morale.”

5. How do you handle workplace conflicts?

Di sini, pewawancara ingin mengetahui kemampuan kandidat dalam menangani situasi sulit, maka tunjukkan bahwa Anda memiliki keterampilan berkomunikasi dan problem solving.

My approach to conflict resolution, centered on open communication and active listening, was key when I mediated a team disagreement on project priorities. By facilitating a solution-oriented discussion, we not only identified the root cause and agreed on a path forward but also strengthened team cohesion to meet our deadline.

Pertanyaan interview mengenai kepemimpinan adalah momen bagi Anda untuk menunjukkan keterampilan leadership, terlepas dari peran manajerial atau nonmanajerial. Sembari mempelajari pertanyaan tentang wawancara, kunjungi laman ini guna mengetahui peluang baru.



Share