Blog
Recruitment and Selection·

Saran HR: Bertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi dan Politik

Perlambatan ekonomi dan gelombang PHK membuat pasar tenaga kerja semakin menantang bagi jobseeker.
Peoplyee saran HR dalam ketidakpastian ekonomi

Perlambatan ekonomi membuat pasar tenaga kerja lesu, ditambah lagi terdapat pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya. Menurut Morgan Williams, pendiri dan CEO program pelatihan profesional PeakHR, pasar kerja saat ini telah mendorong jobseeker dan perekrut ke dalam wilayah yang belum pernah mereka masuki sebelumnya.

Williams memahami bahwa pencari kerja yang berjuang “melawan” pengangguran bukanlah kesalahan mereka. Mereka dapat melakukan segala upaya demi mendapatkan pekerjaan. Bahkan ia mengakui kondisi ini sungguh berat bagi kedua belah pihak.

“Anda tidak boleh terlalu memaksakan diri. Anda harus berbaik hati pada diri sendiri, karena usaha itu membutuhkan seluruh energi yang Anda miliki,” ujar Williams dalam CNBC.com

Memahami Perspektif Perusahaan di Masa Sulit

Bagi pencari kerja, baik fresh graduate maupun profesional berpengalaman, periode ini sering terasa seperti medan pertempuran yang berat. Tak heran jika perusahaan beralih dalam survival mode atau sebuah mentalitas yang fokus pada ketahanan, efisiensi, dan nilai inti.

Bagi jobseeker, Anda perlu memahami mengapa perusahaan menjadi lebih selektif dan hati-hati dalam membuka lowongan pekerjaan.

1. Prioritas keuangan lebih ketat

Dalam ketidakpastian ekonomi, setiap pengeluaran, termasuk biaya gaji dan rekrutmen, diawasi secara ketat. Perusahaan mencari tenaga kerja yang dapat memberikan return of investment (ROI) yang jelas dan cepat. Posisi yang dibuka akan benar-benar esensial dan berdampak langsung pada pendapatan atau penghematan biaya perusahaan.

2. Fokus pada operasional

Perusahaan cenderung memprioritaskan kandidat yang menunjukkan resiliensi dan kemampuan beradaptasi. Langkah ini diambil karena mereka membutuhkan karyawan yang tak hanya mampu melakukan pekerjaan saat ini, tetapi juga cepat belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan strategi bisnis yang mendadak.

3. Bukti nyata

Di tengah ketidakpastian, perekrut tidak lagi hanya membeli janji potensi, tetapi bukti nyata dari kandidat. Alhasil, proses wawancara kerja menjadi lebih mendalam serta menuntut kandidat untuk menyajikan data, angka, dan hasil nyata dari pekerjaan atau proyek mereka sebelumnya.

Next: Decent Job: Memiliki Pekerjaan yang Layak dan Manusiawi

3 Saran HR Bagi Pencari Kerja

Survival mode dalam konteks pencarian kerja bukan berarti panik, tetapi menjadi kandidat yang paling efisien dan tangguh, juga menghindari agar tidak burnout. Berikut saran HR yang bisa Anda aplikasikan:

1. Bangun jaringan sekarang

Jika Anda belum membutuhkan berjejaring, tolong pikirkan ulang. Williams mengatakan bahwa banyak orang yang terlambat membangun jaringan. Oleh karena itu, yang terbaik adalah membangun jaringan sebelum Anda membutuhkannya, meskipun tak sedikit orang yang hanya menghubungi koneksi mereka saat mereka sudah memasuki dunia kerja. Caranya:

a. Interaksi daring

Dalam interaksi daring, jika hal pertama yang Anda lakukan kepada seseorang adalah meminta bantuan, mereka cenderung “merasa dimanfaatkan” dan tak ada seorang pun yang hanya ingin mendengar rekan jaringannya, “Saya butuh pekerjaan, tolong saya.” Sebelum menghubungi jaringan, terlebih yang tidak begitu dekat, ia menyarankan untuk melakukan penelitian tambahan tentang karier dan peran mereka saat ini. Langkah tersebut guna menunjukkan bahwa menghargai pekerjaan mereka.

b. Komunikasi tatap muka

Saat Anda menghadiri acara networking langsung, jangan terlalu banyak bicara tentang karier Anda sendiri untuk memperlihatkan kinerja diri. Sebaiknya, Anda mengajukan pertanyaan rekan lain tentang kegiatan yang menarik mereka akhir-akhir ini, meskipun terkadang mereka tidak membahas pekerjaan lebih jauh. Namun, ini adalah cara mengetahui hal lain dari mereka, seperti hobi.

c. Dekati alumni

Jangan mengabaikan alumni atau mantan rekan kerja Anda di perusahaan sebelumnya. Mereka adalah orang-orang berpotensi untuk berjejaring. Bagi Williams, jobseeker sering lupa bahwa koneksi mereka di luar pekerjaan juga dapat membantu mereka dalam pencarian kerja.

Next: Perjanjian Kerja: Definisi dan 12 Poin Penting di Dalamnya

2. Lepaskan kesempurnaan

Kini, tak sedikit perusahaan menawarkan jabatan atau gaji yang lebih rendah dari sebelumnya. Williams menyarankan pencari kerja untuk mengambil posisi apa pun yang bisa mereka dapatkan agar menjaga tabungan mereka tidak terkuras.

“Saya rasa banyak orang bertahan terlalu lama hanya demi gelar yang sempurna. Kita tidak mencari kesempurnaan. Kita mencari untuk membayar tagihan,” tambahnya.

Bagi pencari kerja yang kesulitan mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan tetap, posisi karyawan kontrak pun dapat menjadi alternatif yang baik. Pasalnya, pasar kerja saat ini mengharuskan individu untuk menantang norma dan keyakinan tentang pekerjaan dan memanfaatkan semua peluang.

Bahkan, Williams menjelaskan bahwa ini bukan saatnya untuk merendahkan diri, tetapi kita harus benar-benar masuk ke mode bertahan hidup. Memiliki pekerjaan impian atau aspirasi karier itu sah-sah saja, tetapi sekarang pencari kerja perlu bersikap realistis untuk memenuhi kebutuhan harian.

3. Jaga kesehatan

Ya, mengikuti beberapa proses rekrutmen menjadi kegiatan yang sangat melelahkan. Anda harus menghadiri sesi wawancara kerja, mengerjakan psikotes, membuat skill test, dan proses lainnya. Dalam proses ini, kandidat memiliki beban fisik, mental, dan emosional yang tidak selalu stabil. Oleh karena itu, Williams menyarankan kepada kandidat untuk menjaga kesehatan.

“Anda harus mencari cara untuk mengurus diri sendiri,” katanya.

Ini bukan soal berdiam diri di rumah, tetapi Anda juga perlu melakukan kegiatan positif di luar rumah dan bertemu dengan teman atau kolega karena kata-kata mereka dapat memberikan semangat saat Anda “melangkah” keluar.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik saat ini, kita dituntut mengadopsi survival mode agar mampu fokus meningkatkan keterampilan, membangun jaringan, sekaligus menjaga kesehatan. Dengan demikian kita dapat bertahan menghadapi gejolak yang terjadi di pasar tenaga kerja.

Kunjungi laman ini untuk memperoleh wawasan tentang proses rekrutmen dan peluang baru.

Share