Tak ada yang salah dari menulis CV dengan AI, karena AI telah merambah hampir setiap aspek kehidupan kita, termasuk dalam proses pencarian kerja. Bagi sebagian orang yang sedang mencari kerja, AI adalah “asisten pribadi” untuk merangkai serta menyarankan kalimat terbaik. Bahkan AI dapat menyesuaikan CV berdasarkan job description atau kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Namun, di tengah kemudahan yang ditawarkan AI, ada kemungkinan kandidat kehilangan esensi dan keunikan diri mereka dalam CV. Padahal CV bisa menjadi representasi pertama mereka di mata perekrut dan hiring manager (user), terlebih bahasa AI generatif mudah dikenali dan tak sedikit kandidat menggunakan teknologi ini.
Bagaimana dengan CV Anda? Jika CV terlihat “robotik” maka berikan sentuhan personal Anda.
Bahasa AI yang Berbunga-bunga
AI (artificial intelligence) telah digunakan dalam berbagai cara untuk menghemat waktu seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan. Misalnya, merampungkan pekerjaan rumah, menulis tugas, atau membuat CV. Disadari atau tidak, Anda akan menangkap ciri khas tulisan atau konten yang dihasilkan oleh AI generatif, yaitu:
- Kalimat berbunga-bunga
- Kata-kata cenderung monoton
- Pemilihan kata jarang digunakan oleh penulis
- Kalimat “terlalu” formal dan bukan bahasa sehari-hari
- Kalimat tidak terlalu bervariasi panjangnya atau dalam tata letaknya
- Beberapa kata-kata rekomendasi AI antara lain result-driven, excellent communicator, team player, delve, delve into, tapestry, in summary, dan moreover
Di sisi lain, CV bukan sekadar daftar riwayat pendidikan dan pengalaman kerja. Ini adalah kanvas di mana Anda melukiskan perjalanan profesional yang menampilkan nilai, keterampilan, pengalaman, hingga pencapaian karier. Bila CV Anda terlihat sama seperti kandidat lain–meski telah dipoles oleh AI–maka bukan tak mungkin CV Anda akan tenggelam di database perekrut.
Di sini tantangan Anda adalah memanfaatkan kekuatan AI tanpa mengorbankan orisinalitas diri sendiri. Bagaimana cara menulis CV dengan AI tetapi tetap otentik, mencerminkan diri yang sebenarnya, dan membangun koneksi dengan perekrut?
Next: 5 Tip Membuat CV dengan AI agar Keterampilan Kerja Menonjol
Kiat Menulis CV dengan AI plus Tambahkan Sentuhan Pribadi
Inilah saat yang tepat bagi Anda mengedit CV dan memberikan sentuhan pribadi agar dokumen Anda menonjol di antara lautan CV.
1. Masukkan unsur personal
Tak perlu diragukan lagi ketika AI mencantumkan keterampilan dan pengalaman bekerja Anda. kendalanya adalah memasukkan unsur personal Anda ke dalamnya. Caranya, baca ulang kalimat yang direferensikan oleh AI, lalu tanyakan pada diri sendiri, “Apakah kata-kata itu mencerminkan Anda?” Jika tidak, ganti kalimat tersebut sesuai diri Anda.
Misalnya, jika kalimat tertulis, “Demonstrated strong leadership skills,” Anda bisa menggantinya berdasarkan peran atau pengalaman, seperti, “Led a team of five marketing members in preparing a social media campaign to gain customer leads and the result was contributing 60% of sales and 20 percent increase in user engagement.”
2. Deskripsikan pekerjaan
Buat CV sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Anda juga perlu mendeskripsikan keterampilan, pengalaman, serta tanggung jawab Anda dalam pekerjaan sebelumnya. Gunakan keywords dalam lowongan pekerjaan (loker) yang tertulis di job posting, misalnya keterampilan teknis dan pengalaman kerja. Hal ini penting karena banyak perusahaan menggunakan penyaring CV otomatis yang akan menolak lamaran jika tidak menyertakan kata kunci dari loker.
3. Narasi yang menarik
Di dalam CV, Anda berkesempatan menceritakan pencapaian Anda. Biasanya, di CV terdapat profil singkat tentang kandidat, maka buatlah narasi bahwa Anda tertarik dengan perusahaan dan peran yang sedang dibuka, bagaimana peran tersebut berkaitan dengan pengalaman Anda sebelumnya, dan bagaimana keterampilan serta pengalaman Anda sesuai dengan kebutuhan mereka.
Next: 9 Rambu-rambu Menunggu Kabar Dari Perekrut
4. Sesuaikan kalimat
Sekali lagi, cek CV sebaik-baiknya, pastikan tak ada penulisan yang salah, dan sesuaikan kalimat dengan meminimalkan kata-kata ala AI–seperti contoh di atas–atau menggantinya sesuai spesialisasi Anda. Jika sering menggunakan alat AI generatif, maka maka Anda akan mudah mengenali dan mengganti kalimat berbunga-bunga tersebut dengan bahasa yang formal sehari-hari.
Silakan saja jika Anda ingin menulis CV dengan AI. Masalah utamanya bukanlah AI, tetapi CV tanpa sentuhan personal dan tidak sesuai dengan kualifikasi perusahaan akan menjadi hambatan bagi Anda. Oleh karena itu, Anda perlu menulis keterampilan, pengalaman, dan/atau pencapaian spesifik yang cocok terhadap posisi yang dilamar.
Di tengah kesibukan Anda mengubah CV, tak ada salahnya untuk eksplorasi laman ini untuk menemukan peluang baru berdasarkan keterampilan yang Anda kuasai. Semoga sukses!