Blog
Interview Tips·

8 Cara Mempersiapkan Wawancara Daring Untuk Menunjukkan Profesionalitas

Wawancara daring kerap dilakukan oleh tim HR atau perekrut untuk lebih mengenal kandidat. Persiapkan diri Anda agar menjadi kandidat yang unggul.
Peoplyee mempersiapkan wawancara daring

Ringkasan artikel

  • Wawancara daring membutuhkan persiapan yang sama seriusnya dengan wawancara tatap muka
  • Kandidat perlu memastikan perangkat, koneksi internet, lingkungan wawancara, dan jawaban interview telah dipersiapkan sebelum hari pelaksanaan
  • Setelah wawancara selesai, kirimkan ucapan terima kasih dan lakukan tindak lanjut secara profesional apabila belum menerima kabar dari perusahaan

Di era kerja yang serba terkoneksi, wawancara kerja dapat dilakukan secara daring. Wawancara daring kerap dilakukan oleh tim HR atau perekrut untuk lebih mengenal kandidat.

Dengan wawancara daring, kandidat dapat menghemat biaya perjalanan dan perekrut bisa mempercepat proses rekrutmen dan berinteraksi dengan kandidat tanpa dibatasi oleh jarak geografis. Jika sedang mencari peluang baru, Anda perlu mempersiapkan wawancara daring guna menunjukkan keterampilan dan pengalaman kerja Anda yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam proses rekrutmen, wawancara daring menjadi salah satu tahapan yang semakin umum digunakan oleh perusahaan, baik lokal maupun multinasional. Oleh karena itu, memahami cara mempersiapkan wawancara daring dapat membantu kandidat menunjukkan kompetensi sekaligus membangun kesan profesional sejak tahap seleksi.

Apa Itu Wawancara Daring?

Wawancara daring merupakan proses wawancara kerja antara perusahaan dan kandidat yang dilakukan secara online melalui platform telekonferensi atau panggilan video.

Tak sedikit perekrut yang menganggap wawancara daring lebih efisien dari segi waktu, sedangkan kandidat memandang sesi wawancara kerja seperti ini bisa mengurangi kecemasan dibanding wawancara tatap muka. Meskipun berlangsung secara daring, wawancara kerja tetap membutuhkan persiapan. Anda perlu:

  • Mengenali format wawancara dan peserta yang hadir
  • Mengunduh platform telekonferensi yang digunakan
  • Menguji coba koneksi internet dan platform agar berfungsi baik
  • Memperhatikan zona waktu jika wawancara melibatkan perusahaan atau pewawancara dari wilayah berbeda
Next: 5 Langkah Membuat Portofolio Dengan Mudah

8 Cara Kandidat Mempersiapkan Wawancara Daring Sebaik-baiknya

Mengingat wawancara daring sama penting seperti wawancara tatap muka, maka Anda perlu mempersiapkannya sebaik-baiknya. Berikut ini referensi mempersiapkan wawancara daring agar Anda menjadi kandidat yang menonjol:

1. Uji coba teknologi

Dua atau tiga hari sebelum wawancara kerja berlangsung, sebaiknya Anda uji coba teknologi terlebih dahulu. Anda dapat menyiapkan laptop atau komputer yang sudah memiliki aplikasi telekonferensi, mempelajari setiap fiturnya, lalu mengetes koneksi internet untuk memastikan proses berjalan lancar. Setelah itu:

  • Menguji coba peralatan dan koneksi internet dengan teman atau anggota keluarga agar membiasakan diri dengan perangkat tersebut
  • Memastikan mikrofon dan speaker berfungsi dengan baik
  • Memastikan koneksi internet dapat menangani video telekonferensi berkualitas tinggi
  • Mengecek nama akun yang digunakan sesuai dengan nama di CV agar pewawancara dapat langsung mengenali Anda

2. Pilih tempat wawancara

Ketika uji coba, pilih tempat yang terang, tenang, dan tanpa distraksi pada salah satu sudut rumah Anda. Pastikan tempat tidak menimbulkan kebisingan suara. Gunakan latar belakang yang rapi atau fitur blur jika diperlukan.

3. Siapkan alat tulis

Sebelum memulai uji coba, siapkan alat tulis seperti buku catatan dan pulpen di sekitar Anda. Alat ini untuk mencatat hal-hal penting yang dibahas oleh pewawancara tentang proses rekrutmen.

4. Siapkan pertanyaan kepada pewawancara

Poin ini masih berhubungan dengan sebelumnya, Anda perlu mencatat pertanyaan yang akan diajukan kepada pewawancara. Langkah ini menandakan Anda tertarik terhadap peran dan perusahaan tersebut. Misalnya, mengajukan pertanyaan tentang:

  • Deskripsi pekerjaan
  • Kualifikasi kandidat yang dibutuhkan dalam peran
  • Karakteristik kandidat yang sesuai dengan budaya perusahaan
  • Budaya kerja di dalam tim atau kolaborasi antartim
Next: 10 Pertanyaan Interview dan Cara Menjawabannya

5. Berlatih menjawab pertanyaan interview

Setelah menguji peralatan, Anda dapat berlatih teknik wawancara dengan teman yang bertugas sebagai perekrut atau manajer. Ia akan mengajukan pertanyaan dan Anda menjawab dengan jelas dan tidak terburu-buru.

Untuk menjawab pertanyaan interview secara efektif, sampaikan jawaban secara jelas dan ringkas. Anda dapat berbagi studi kasus atau pengalaman kerja yang mendukung jawaban. Ingat, hindari jawaban yang panjang agar pembicaraan tetap fokus dan tidak berbelit-belit.

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan adalah:

  • Mulai wawancara dengan menyapa pewawancara dan mengucapkan terima kasih, seperti, “Good morning Ms. Vania. How are you? I’d like to say thank you for taking the time to chat with me,” guna membangun koneksi
  • Berlatihlah menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan, profil perusahaan, hingga pengalaman Anda secara ringkas sehingga bisa meminimalkan rasa cemas atau gugup
  • Jangan menghafal jawaban, tetapi usahakan memahami pertanyaan dan memiliki kerangka untuk menjawabnya
  • Jika perlu, menggunakan metode STAR untuk menjawab pertanyaan behavioral interview

6. Miliki rencana jika terjadi kendala teknis

Bersiaplah menghadapi kemungkinan kendala yang timbul akibat penggunaan teknologi. Jika terjadi masalah teknis saat wawancara, maka:

  • Segera memberi tahu pewawancara
  • Menggunakan rencana cadangan yang telah disepakati
  • Anda dapat beralih ke panggilan telepon atau menjadwalkan ulang wawancara jika masalah tidak dapat segera diatasi.

Jika masalah tersebut berada di luar kendali Anda, pewawancara kemungkinan dapat memahami situasi tersebut.

7. Perhatikan bahasa tubuh

Saat pewawancara mengajukan pertanyaan atau berbicara, perhatikan bahasa tubuh Anda, seperti:

  • Duduk tegak
  • Mengangguk dan tersenyum
  • Menjaga kontak visual dengan pewawancara

Ini adalah cara menunjukkan profesionalisme kepada perusahaan. Saat berlatih wawancara, Anda dapat meminta teman untuk menilai bahasa tubuh Anda. Jika Anda mendapatkan masukan, gunakan hal tersebut untuk memperbaiki bahasa tubuh sebelum hari H.

8. Berpakaian secara profesional

Saat sedang berlatih, Anda anggaplah ini ialah sesi wawancara yang sebenarnya. Jadi, Anda perlu berpakaian secara profesional, yakni mengenakan kemeja dan celana panjang formal. Alternatif lain, Anda dapat mengenakan pakaian yang rapi dan sesuai dengan posisi serta budaya perusahaan. Upaya tersebut menunjukkan tingkat profesionalisme Anda kepada pewawancara.

Jika telah melalui wawancara kerja, selamat, Anda sudah bekerja keras!

Peoplyee Insight

Selama melakukan konsultasi, Career Advisor di Peoplyee melihat bahwa hasil wawancara daring tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas jawaban kandidat. Perusahaan juga melihat kemampuan berkomunikasi, penguasaan terhadap pengalaman dan keterampilan, serta kesiapan kandidat selama sesi wawancara.

Oleh karena itu, Peoplyee menyarankan kandidat untuk melakukan simulasi wawancara sebelum hari H. Langkah tersebut dapat membuat kandidat terbiasa untuk menjawab pertanyaan interview sekaligus memastikan perangkat, koneksi internet, dan lingkungan wawancara mendukung proses komunikasi secara profesional

Sejak 2013, Peoplyee telah membangun database yang berisi lebih dari 500.000 profesional dari berbagai latar belakang, pengalaman, dan keterampilan. Dengan akses terhadap kandidat yang luas, kami menghadirkan peluang bagi profesional untuk mengembangkan karier sesuai kebutuhan industri. Temukan peluang kerja yang sesuai dengan profil dan tujuan karier Anda bersama Peoplyee.
Next: 4 Panduan Dress Code ke Kantor, Apa Saja?

Apa yang harus dilakukan setelah wawancara daring?

Setelah wawancara kerja, Anda dapat mengirimkan email ucapan terima kasih kepada pewawancara. Jika belum menerima kabar setelah beberapa hari, Anda bisa menanyakan perkembangan proses rekrutmen secara sopan. Tanyakan apakah proses rekrutmen masih berlangsung dan apakah mereka memerlukan informasi lebih lanjut dari Anda.

Cek laman Peoplyee–yang telah berpengalaman menghubungkan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja–untuk mengetahui proses rekrutmen setelah sesi wawancara.

Share