Blog
Company Culture·

Mengelola Sif Kerja untuk Mengoptimalkan Produktivitas Perusahaan

Dalam industri tertentu, pengelolaan sif kerja perlu dilakukan untuk mengoptimalkan produktivitas perusahaan.
Peoplyee pengelolaan sif kerja

Dalam industri tertentu, pengelolaan sif kerja perlu dilakukan untuk mengoptimalkan produktivitas perusahaan. Sif kerja yang terencana dengan baik tidak hanya memastikan ketersediaan layanan selama 24 jam, juga berperan dalam kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan sekaligus kesejahteraan karyawan.

Sebaliknya, kesalahan menyusun jadwal sif dapat berakibat fatal, mulai dari karyawan burnout, peningkatan angka kecelakaan kerja, hingga penurunan kualitas produk atau layanan. Apa saja yang perlu diketahui oleh jobseeker tentang sif kerja?

Apa Itu Sif Kerja?

Sif kerja ialah pola pembagian jam kerja bagi karyawan dalam sehari menjadi beberapa periode waktu. Biasanya, sift masing-masing diisi oleh tim atau individu yang berbeda. Tujuannya untuk memastikan bahwa produksi atau layanan bisnis dapat berlanjut tanpa henti.

Secara umum, sif kerja diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yakni:

  1. Pagi (morning or day shift): dimulai pukul 07.00 hingga 15.00
  2. Sore (afternoon/swing shift): dimulai pukul 15.00 hingga 23.00
  3. Malam (night/graveyard shift): dimulai pukul 23.00 hingga 07.00

Manfaat pengelolaan sif kerja dengan baik akan menjadi investasi strategis, karena perusahaan dapat:

  1. Mematuhi regulasi ketenagakerjaan, mulai dari jam kerja, jam istirahat, dan kerja lembur agar tidak melanggar hukum dan menerima sanksi
  2. Mengoptimalkan biaya tenaga kerja, sehingga perusahaan dapat meminimalisir biaya lembur yang tidak perlu dan memastikan alokasi sumber daya manusia (SDM) efisien sesuai dengan puncak permintaan
  3. Jadwal yang adil dan dapat diprediksi membantu karyawan menyeimbangkan kehidupan kerja dan pribadi, mengurangi stres, dan menjaga kesehatan fisik
Next: 9 Jenis Jadwal Kerja yang Perlu Anda Ketahui

3 Pola Pengaturan Sif Kerja

Pola pengaturan sif kerja tergantung pada pada kebutuhan operasional dan jenis pekerjaannya. Pada umumnya, pola akan diterapkan seperti ini:

1. Pola rotasi

Rotating shift atau pola rotasi mengharuskan karyawan bergiliran melalui sif pagi, sore, dan malam secara bergantian dalam periode waktu tertentu. Misalnya, berganti setiap minggu atau setiap dua minggu.

  • Kelebihan: distribusi beban kerja yang merata di antara karyawan, memastikan semua orang mendapatkan pengalaman bekerja di semua kondisi waktu
  • Kekurangan: pola yang paling menantang bagi tubuh karena mengganggu ritme sirkadian (jam biologis) secara konstan, berpotensi menurunkan energi dan fokus

2. Pola tetap

Fixed shift atau pola tetap akan membuat karyawan bekerja pada sif yang sama secara konsisten. Misalnya, selalu sif malam atau selalu sif pagi.

  • Kelebihan: karyawan dapat menyesuaikan kehidupan sosial dan pola tidur mereka dengan jam kerja, yang sering kali meningkatkan konsentrasi dan kinerja
  • Kekurangan: menimbulkan kesenjangan pengalaman, seperti karyawan sif malam jarang berinteraksi dengan manajemen yang bekerja pada pagi hari dan sif yang kurang populer (sif malam) mungkin sulit diisi

3. Pola cepat

Rapid rotation shift adalah variasi dari pola rotasi, tetapi pergantian sif terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Misalnya, dua hari di pagi, dua hari di sore, dua hari di malam, lalu istirahat.

  • Kelebihan: meminimalkan waktu yang dihabiskan oleh karyawan untuk mencoba menyesuaikan diri dengan sif baru, sehingga gangguan tidur akan lebih pendek
  • Kekurangan: membutuhkan adaptasi yang cepat dan bisa terasa melelahkan karena jadwalnya selalu berubah
Next: 101 Masa Probation Bagi Karyawan Baru

3 Strategi Pengelolaan Sif Kerja yang Berorientasi pada Employee Wellbeing

Kunci pengelolaan sif kerja terletak pada keadilan dan prediktabilitas, tetapi langkah itu perlu diseimbangkan dengan memprioritaskan employee wellbeing. Berikut ini strategi pengelolaan sif kerja:

1. Perhatikan ritme sirkadian

Ritme sirkadian merupakan jam internal tubuh yang mengatur kapan kita harus tidur dan bangun. Pengelolaan sif dengan baik harus meminimalkan gangguan pada ritme ini. Caranya:

  • Hindari rotasi secara cepat, tetapi jika harus melakukannya, atur jadwal kerja dari pagi, sore, lalu ke malam, sementara itu, perubahan sif malam ke sif pagi secara mendadak sangat mengganggu tubuh
  • Pastikan ada minimal 11 hingga 12 jam istirahat antara akhir satu sif dan awal sif berikutnya, terutama setelah sif malam

2. Jadwal yang adil

Ketidakpastian jadwal adalah penyebab utama stres dan tingkat turnover tinggi, maka untuk mengatasinya perusahaan akan menetapkan jadwal yang dapat diprediksi dan adil bagi semua karyawan. Misalnya, mengganti sif kerja setiap minggu dan mengumumkannya secara terbuka dan memungkinkan pertukaran sif antar karyawan. Bahkan karyawan dapat mengajukan keberatan jika ia mereka jadwal kerjanya tidak adil.

3. Dukungan bagi karyawan malam

Biasanya, perusahaan memberikan dukungan lebih banyak kepada karyawan sif malam, karena mereka menghadapi tantangan kesehatan dan sosial yang lebih besar dibandingkan mereka yang di sif lain. Misalnya, tunjangan tambahan, akses ke makanan bergizi, antar-jemput dari rumah ke kantor dan kembali ke rumah, lingkungan kerja yang terang benderang untuk membantu menjaga kewaspadaan, hingga pelatihan tentang kebersihan tidur agar mereka dapat memaksimalkan kualitas tidur pada siang hari.

Next: Mengenal 6 Jenis Employment Status, Apa Saja?

Apa yang Dapat Dilakukan oleh Karyawan?

Bagaimana karyawan menghadapi sif kerja? Apa yang bisa Anda lakukan untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi sekaligus menjaga kinerja? Memang, tak dapat dipungkiri bekerja sif berpengaruh terhadap kesehatan. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko kesalahan, cedera, dan kecelakaan.

Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas hidup, antara lain:

  1. Makan makanan sehat secara teratur, menjaga hidrasi, mengurangi atau berhenti merokok, dan menghindari minuman beralkohol
  2. Minimalkan konsumsi kafein, minuman berenergi dan stimulan lainnya, serta makanan berlemak dan pedas beberapa jam sebelum tidur karena dapat membuat Anda kesulitan tidur
  3. Berolahraga dengan intensitas sedang sebelum memulai bekerja untuk meningkatkan kewaspadaan
  4. Beristirahat pendek secara teratur selama sif, jika memungkinkan, atau berjalan-jalan saat istirahat
  5. Melakukan pekerjaan yang lebih merangsang pada saat Anda merasa paling mengantuk, tetapi tetap mengukur kemampuan diri
  6. Tetap berhubungan dengan rekan kerja karena hal ini dapat membantu Anda dan mereka tetap waspada
  7. Memberi tahu keluarga dan teman-teman tentang jadwal sif Anda, sehingga mereka dapat melibatkan Anda saat merencanakan kegiatan sosial

Setiap individu memiliki cara berbeda saat merespons sif kerja. Hal ini tergantung gaya hidup, usia, kondisi kesehatan, jenis pekerjaan, serta tanggung jawab mereka di rumah.

Inti menghadapi menghadapi sif kerja adalah Anda harus mampu mengubah perilaku atau gaya hidup yang dapat membuat kehidupan pekerjaan lebih nyaman guna mengurangi risiko kesehatan bagi pekerja sif. Sembari menyesuaikan sif kerja, cek peluang lain di laman ini.


Share